Sejarah Langkah Txiki Begiristain | Gebyar Bola

Agen Bola Online Terpercaya
Bandar Bola Terpercaya

Sejarah Langkah Txiki Begiristain

Aitor Begiristain Mujika, Real Sociedad, FC Barcelona, judi online, judi bola, judi bola online, agen judi online, sitaus judi online, agen judi bola, judi online terpercaya, situs judi bola, judi bola terpercaya, agen judi bola terpercaya, situs judi bola online, agen judi bola online,

AGEN BOLA GEBYAR LIGA – Lahir dengan nama Aitor Begiristain Mujika pada tanggal 12 Agustus 1964, Txiki mendapat kesempatan bermain sepak bola di level senior pada awal musim 1982/83 di klub lokal Real Sociedad. Sukses membawa Sociedad menjadi runner up La Liga dan kalah di final Copa del Rey oleh FC Barcelona, membuat beberapa pilar Sociedad diincar klub-klub besar. FC Barcelona kala itu menjual hampir semua pemainnya di akhir musim 1987/88 karena kasus Hesperia Munity. Kepelatihan baru di bawah Johan Cruyff lalu mengontrak tiga pemain dari Real Sociedad, yaitu Txiki, Luis Lopez Rekarte, dan Jose Mari Bakero.

Pemain sayap kiri yang berbakat ini memiliki ciri khas: selalu lolos dari kawalan bek-bek lawan, akurat dalam melakukan umpan lambung, dan kencang dalam menembak bola. Pada musim pertamanya di FC Barcelona, Txiki mencetak 20 gol untuk level liga. Karena skill yang dimiliki Txiki, tidak jarang jika Cruyff selalu memerintahkan kepada tim untuk mengoper bola kepada Txiki jika keadaan pertandingan bertambah pelik. Selain sebagai pemain sayap, Txiki pun kompeten untuk bermain sebagai pemain second striker.

Kegemilangan Txiki bersama FC Barcelona membuat banyak orang berniat buruk kepadanya. Salah satunya adalah pemerasan yang dilakukatn separatis ETA yang meminta Txiki untuk membayar “upeti” per tahun sebesar 6.00 euro. Pemerasan tersebut dilakukan juga kepada salah satu rekan di FC Barcelona, Juliano Bakero, yang berasal dari daeri daerah yang sama dengan Txiki.

Selama tujuh musim membela FC Barcelona dari musim 1988/89 hingga 1994/95, Txiki sudah turut berperan dalam perolehan 4 titel La Liga, 1 Copa del Rey, 3 Piala Super Spanyol, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Winner, dan 1 Europan Cup atau yang sekarang disebut Liga Champions. Kemegahan era The Dream Team di bawah kendali Cruyff kemudian hancur perlahan setelah Johan Cruyff dipecat. Txiki kemudian dibeli Deportivo La Coruna di awal musim 1995/96 bersama beberapa rekannya di FC Barcelona. Setelah membela Super Depor selama dua muim, Txiki melanglang buana ke Jepang bersama Urawa Reds untuk dua musim berikutnya sebelum pensiun pada akhir musm 1999.

Kehadiran Txiki di FC Barcelona pada 2003 bersamaan dengan peristiwa terpilihnya Joan Laporta sebagai presiden. Txiki kemudian diangkat sebagai direktur olahraga FC Barcelona pada mas kepemimpinan Laporta. Ia pun menjadi salah satu kunci kebangkitanFC Barcelona. Bahkan pemilihan Pep Guardiola pun tidak lepas dari keputusan Txiki. Ketika Joan Laporta turun dari kuri kepresidenan, Txiki pun turut serta mundur pada tanggal 29 Juni 2010. Karena kinerjanya yang sangat luar biaa di FC Barcelona, Txiki sekarang turut serta berperan dalam usaha membangkitkan klub liga Inggris, Manchester City, bersama Ferran Sorano